Minggu, 19 April 2015

Cara Berhenti Merokok Gampang

Nih dia cara gampang berhenti merokok, carilah beberapa alasan :
1. Merokok TIDAK ENAK
2. Merokok BUANG UANG
3. Merokok MALAH SAKIT
4. Merokok HARAM
5. Merokok JADI GILA, PELUPA, MISKIN, MATI LEBIH CEPAT

GIMANA ? masih belum percaya? Buktikan ndiri aja dech

Gimana Cara Gampang Hemat Baterai Android

Gampang aja, masuk menu setting, pengaturan lainnya, jaringan seluler, mode jaringan, pilih gsm, dan rasakan bedanya..huemat

Kamis, 22 Januari 2015

Lebih Baik Shalat Di Masjid Atau Di Rumah



Jum'at, 3 Rabiul Akhir 1436 H / 23 Januari 2015

Home » Ustadz Menjawab » Antara Shalat Jamaah di Masjid dan di Rumah bersama Keluarga

Antara Shalat Jamaah di Masjid dan di Rumah bersama Keluarga
Mursalim – Jumat, 26 Desember 2014 09:12 WIB

Assalamu’alaikum wr.wb.

Ustadz kami ingin bertanya apakah keutamaan shalat jama’ah di masjid bagi laki-laki sama dengan utamanya bila berjama’ah di rumah dengan istri karena jika hanya suami yang berjama’ah di masjid sementara istri ingin pula shalat berjam’aah dirumah karena istri tidak dapat meninggalkan rumah.

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Abdullah yang dirahmati Allah swt

Berjamaah di masjid didalam melaksanakan shalat-shalat fardhu bagi seorang muslim yang berakal adalah sunnah muakkadah, bahkan ada sebagian kaum muslimin yang mewajibkannya. Hal demikian dikarenakan banyaknya hadits-hadits Rasulullah saw yang menunjukkan berbagai keutamaan dan kedudukan shalat berjamaah dibandingkan dengan shalat sendirian, diantara hadits-hadits tersebut :

Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Sholat berjamaah lebih utama dari sholat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (muttafaq alaihi)

Imam Bukhori meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti palaksanaan shalat.”

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata; “Seorang buta (tuna netra) pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk shalat di rumah. Ketika sahabat itu berpaling, beliau kembali bertanya: “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (adzan)?” laki-laki itu menjawab; “Benar.” Beliau bersabda: “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).”

Abu Daud meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata,”Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Tidaklah tiga orang yang berada di suatu kampung atau desa yang tidak menunaikan sholat berjamaah disitu kecuali setan telah menguasai diri mereka, maka hendaklah kalian tunaikan sholat berjamaah. Sesungguhnya seekor srigala akan memakan kambing yang menyendiri.”

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah katanya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya` dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang dan ia mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah mereka.”

Sedangkan uzur-uzur yang memperbolehkan seorang muslim untuk meninggalkan shalat berjamaah di masjid adalah sakit, lumpuh, hanya memiliki satu kaki atau karena situasi yang tidak memungkinkan untuk mendatangi masjid seperti : cuaca yang sangat dingin, hujan lebat, jarak rumah dengan masjid yang terlalu jauh dan sulit untuk dicapai atau yang lainnya sebagaimana apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu Umar bahwasanya dia melakukan adzan untuk sholat pada suatu malam yang dingin, angin dan hujan kemudian diakhir adzannya dia mengucapkan,”Sholatlah kalian di rumah-rumah kalian, sholatlah kalian di rumah-rumah kalian.” Kemudian dia mengatakan,”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memerintahkan muadzin apabila malam begitu dingin atau hujan lebat dalam suatu perjalanan hendaklah ia menyebutkan sholatlah kalian di rumah-rumah kalian.” (HR. Muslim)

Dari hadits-hadits diatas jelaslah bahwa tidaklah sama nilainya seorang yang shalat berjamaah di masjid dengan shalat berjamaah di rumah bersama keluarganya, sebagaimana disebutkan Ibnu Hajar didalam “Syarh”nya.

Kalau lah seorang suami atau ayah dianjurkan untuk senantiasa shalat berjamaah di rumah bersama istri atau keluarganya maka tidaklah sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkeinginan membakar rumah-rumah mereka yang meninggalkan shalat berjamaah di masjid.

Shalat yang terbaik bagi seorang wanita adalah di rumah-rumah mereka namun dibolehkan baginya untuk mendatangi masjid melaksanakan shalat berjamaah selama ia bisa menjaga dirinya dari hal-hal yang bisa mendatangkan fitnah terhadap orang-orang di sekitarnya.

Wallahu A’lam


Copyright © 2012 eramuslim.com
Media Islam Rujukan

Redaksi – Iklan – Tentang Kami – Disclaimer – Copyright

Eramuslim. All rights reserved.

Full Version

Rabu, 21 Januari 2015

Cara Sederhana Merubah Tingkah laku dan Kebiasaan

Apa dan dimana kemungkinan yang akan terjadi kita tidak akan tahu. Lakukan yang menurut anda baik dan bermanfaat.

Keadaan yang memaksa kita memang bukan sebuah kebetulan, namun semua sudah takdir dan garis yang harus dijalani, tidak hanya oleh diri kita pribadi tapi juga semua manusia ataupun makhluk.

Entah sampai kapan masalah demi masalah yang terjadi dapat membuat kita bahagia, keyakinan yang ditumbuhkan harus tetap terjaga bagaimanapun dan apa pun yang terlintas dipikiran kita.  Hendaknya jangan disia siakan, karena kesempatan itu pasti hanya datang satu kali dalam hidup

berikut cara untuk mau merubah hidup kita :

1. Perbanyaklah ibadah dan terutama biasakanlah solat wajib tepat waktu
2. Mantapkan hati kepada Sang pencipta
3. Luangkan waktu untuk berinstrospeksi diri dan mencari apa yang salah dalam diri kita (kebiasaan)
4. Manfaatkan bacaan dan kajian yang kita dapat, jadikan itu suatu pegangan
5. Jadikan pengalaman masa lalu sebuah pelajaran yang paling berharga
6. Mulailah kegiatan apapun dengan bismillah
6. Bangun kepercayaan kepada diri sendiri bahwa apapun adalah memang yang terbaik dan tidak akan mungkin dapat dihindari
8. Peringatkan hati kita bahwa hidup hanya sekali, tidak akan ada kesempatan lagi
9. Tanggung jawab terhadap semua yang telah kita perbuat
10. Jangan kembali ke kebiasaan kebiasaan kita yang buruk

Demikian sekilas apa yang saya bisa  sharing, semoga ada setitik harapan bagi yang merasa jauh dari keadilan Tuhan, menyalahkan keadaan. Ibarat gajah didepan hidung tidak terlihat tapi semut yang diseberang lautan terlihat.

MULAILAH DETIK INI DAN SAAT INI "BERUBAH"!!!

Ibadah dan Kemauan

Salah satu pondasi ibadah adalah solat..maka solat akan saya tingkatkan kemauannya pada diri saya khususnya dan pada istri dan anak juga

Saya terkendala dengan kebiasaan yang harusnya bisa dikurangi atau kalau bisa dihilangkan..tinggal menunggu waktunya untuk lebih semangat lagi

Sabar, tawakal dan ikhlas akan menjadi tonggak saya dalam melakukan ibadah ini

Thanks buat google yang sudah memberi fasilitas ini pada saya

Kemauan saya untuk ibadah akan sangat membantu dan memberi kekuatan utuk bisa berkarya dan menulis

Semoga bisa terus konsisten...harus ingat sama Alloh dan nabi Muhammad SAW

Selasa, 20 Januari 2015

Cara Mengatasi Panggilan Interview dan Triknya

Ini berkat ilmu dari bloger yang saya baca

Namun ini pengalaman saya sendiri yang akan saya share sekedar untuk berbagi inspirasi ketika kita ada panggilan dari perusahaan untuk interview

1. Terima telpon dari pemanggil interview secepatnya, tanyakan alamat dan nama Pengundang interview sedetail mungkin
2. Pelajari dan temukan alamat bisa via google map atau tanya ke rekan dan teman atau keluarga
3. Selalu siapkan alat tulis dan perlengkapan dokumen lamaran karena biasanya diminta oleh perusahaan atau hrd
4. Datanglah ke tempat interview setengah jam lebih awal dari Waktu yang ditentukan
5. Ketika menemui yang menginterview usahakan segera berdiri dan lakukan salaman jangan terlalu membungkuk , jabat santai tidak terlalu erat atau terlalu lemah, dianjurkan memandang mata
5. Jawablah pertanyaan dengan santai tidak perlu ditambah atau dikurangi sesuaikan mengapa resign, jangan rahu apabila pada perusahaan sebelumnya anda tidak dapat memenuhi target perusahaan, tapi jelaskan dengan sebaik mungkin
6. Jika ditanya gaji berapa yang diminta jangan bingung, tanyakan kembali "menurut Bapak / Ibu berapa gaji saya yang akan saya terima untuk skill dan keahlian saya ?". Usahakan jangan diputuskan lebih dulu. Ini akan membuat anda lebih diplomatis dan dihargai
7. Rapikan pakaian yang dipakai untuk mendapat kesan baik
8. Bacalan surat Al Fatihah, Salawat, Ya Goffar, Ya Aziz, Ya Malik, Ya Rahman, Ya Rohim 7 kali satu helaan nafas
9. Walaupun yakin dengan interview tapi harus tetap yakin juga seandainya tidak dipangil lagi berarti itu yang terbaik buat kita jangan takut atau gelisah yakinlah Alloh maha tahu dan maha Pemberi
10. Tetap browsing dan cari info lowongan, jangan putus asa dan jalankan dhuha ataupun tahajud



demikian singkat tips dari Saya semoga membantu

Happy good day

Angka dan Al Qur'an

Al quran adalah pedoman umat islam

Banyak sekali fungsi dan kegunaan dari alquran

Salah satu yang ingin saya kembangkan adalah teknik membaca tanggal lahir untuk dicocokkan dengan alquran

Sempurna adalah kata yang wajib disematkan untuk kitab suci umat muslim ini

Cara ini bisa sebagai motivasi bagi saya untuk mengetahui sedikit dari lautan ilmu Alloh SWT

Pertama saya akan menghafalkan judul atau nama surat surat dalam alquran

1. Alfatihah

Arti dari surat Al Fatihah adalah
Pembukaan


Nama lain Fatihatul Kitab (pembukaan kitab),
- Ummul Qur'an (induk Quran),
- Ummul Kitab (induk kitab),
- as-Sab'ul Masani (tujuh yang diulang),
- al-Kanz (simpanan yang tebal),
- al-Wafiyah (yang sempurna),
- al-Kafiyah (yang mencukupi)
- al-Asas (pokok),
- asy-Syafiyah (penyembuh),
- al-Hamd (yang terpuji),
- as-Shalah (solat)
- al-Ruqyah (mantra),
- asy-Syukru (syukur),
- ad-Du'au (doa),
- sy-Syifa (obat),
- al-Waqiyah (melindungi dari kesesatan)

Jumlah ruku' 1 ruku
Jumlah ayat 7 ayat
Jumlah kata 25 kata
Jumlah huruf 113 huruf

-Wafiyah (Arab: الوافية, Yang Sempurna), al-Kanz (Arab: الكنز, Simpanan Yang Tebal), asy-Syafiyah (Yang Menyembuhkan), Asy-Syifa (Arab: الشفاء, Obat), al-Kafiyah (Arab: الكافية, Yang Mencukupi), al-Asas (Pokok), al-Ruqyah (Mantra), asy-Syukru (Syukur), ad-Du'au (Do'a), dan al-Waqiyah (Yang Melindungi dari Kesesatan)

Dalam hal ini saya menghubungkannya sebagai berikut :

- Tanggal 1 setiap kelahiran dihubungkan sebagai  yang pertama, berarti disini orang yang lahir dengan angka1 hakikatnya adalah sebagai pemimpin, bisa Tokoh masyarakat yang selalu menjadi contoh tauladan untuk umat yang berjiwa besar.
- Angka 1 juga adalah satu satunya angka yang melambangkan Alloh sebagai satu Tuhan
- 1 berarti kesempatan untuk merubah hidup hanya sekali
- 1 melambangkan hidup hanya satu kali
- 1 kali lagi kesempatan untuk bertaubat
- 1 berarti keuntungan apabila dalam antrian
- 1 berati kerugian ketika dalam kesesatan dan harus bertanggung jawab di Akhirat